INDEX-102742 passwdPrisma
   
Untitled Document
PRISMA
Adalah perangkat lunak untuk mendukung manajemen ASN berbasis website (internet) yang mengkonversi laporan hasil Pemetaan Kompetesi dan Uji Kelayakan menjadi laporan digital, dengan prinsip Record, Recall, and Reference.
 

Free Web Hosting
 
Standar Kompetensi Jabatan
JPT Madya
Kompetensi Manajerial
Unit Kompetensi
Deskripsi
1. Integritas
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Mampu menjadi role model dalam penerapan standar keadilan dan etika di tingkat nasional
a Mempertahankan tingkat standar keadilan dan etika yang tinggi dalam perkataan dan tindakan sehari-hari yang dipatuhi oleh seluruh pemangku
kepentingan pada lingkup instansi yang dipimpinnya
b Menjadi “role model” /keteladanan dalam penerapan standar keadilan dan etika yang tinggi di tingkat nasional
c Membuat konsep kebijakan dan strategi penerapan sikap integritas dalam pelaksanaan tugas dan norma-norma yang sejalan dengan nilai strategis organisasi
2 Kerjasama
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Menciptakan situasi kerja sama secara konsisten, baik di dalam maupun di luar instansi
a Menciptakan hubungan kerja yang konstruktif dengan menerapkan norma / etos / nilai-nilai kerja yang baik di dalam dan di luar organisasi;
meningkatkan produktivitas dan menjadi panutan dalam organisasi
b
Secara konsisten menjaga sinergi agar pemangku kepentingan dapat bekerja sama dengan orang di dalam maupun di luar organisasi.
c Membangun konsensus untuk menggabungkan sumberdaya dari berbagai pemangku kepentingan untuk tujuan bangsa dan negara
3 Komunikasi
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Menggagas sistem komunikasi yang terbuka secara strategis untuk mencari solusi dengan tujuan meningkatkan kinerja
a Menghilangkan hambatan komunikasi, mampu berkomunikasi dalam isu-isu nasional yang memiliki resiko tinggi, menggalang hubungan
dalam skala strategis di tingkat nasional
b
Menggunakan saluran komunikasi formal dan non formal guna mencapai kesepakatan dengan tujuan meningkatkan kinerja di tingkat instansi/nasional
c Menggagas sistem komunikasi dengan melibatkan pemangku kepentingan sejak dini untuk mencari solusi dengan tujuan meningkatkan kinerja di tingkat instansi/nasional
4 Orientasi pada Hasil
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Meningkatkan mutu pencapaian kerja organisasi
a Memastikan kualitas sesuai standar dan keberlanjutan hasil kerja organisasi yang memberi kontribusi pada pencapaian target prioritas nasional.
b
Memastikan tersedianya sumber daya organisasi untuk menjamin tercapainya target prioritas instansi/nasional.
c Membuat kebijakan untuk menerapkan metode kerja yang lebih efektif-efisien dalam mencapai tujuan prioritas nasional
5 Pelayanan Publik
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Mampu memastikan kebijakan kebijakan pelayanan publik yang menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/ kelompok/p artai politik
a Mampu menciptakan kebijakan kebijakan pelayanan publik yang menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok/partai politik.
b
Menginternalisasikan nilai dan semangat pelayanan publik yang mengikuti standar objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, transparan, tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok kepada setiap individu di lingkungan instansi/nasional.
c Menjamin terselenggaranya pelayanan publik yang objektif, netral, tidak memihak, tidak diskriminatif, serta tidak terpengaruh kepentingan pribadi/kelompok/partai politik
6 Pengembangan diri dan Orang Lain
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Menciptakan situasi yang mendorong organisasi untuk mengembangkan kemampuan belajar secara berkelanjutan dalam rangka mendukung pencapaian hasil
a Menciptakan situasi yang mendorong individu, kelompok, unit kerja untuk mengembangkan kemampuan belajar secara berkelanjutan di tingkat instansi;
b
Merekomendasikan/memberikan penghargaan bagi upaya pengembangan yang berhasil, memastikan dukungan bagi orang lain dalam mengembangkan kemampuan dalam unit kerja di tingkat instansi;
c Memberikan inspirasi kepada individu atau kelompok untuk belajar secara berkelanjutan dalam penerapan di tingkat instansi
7 Mengelola Perubahan
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Memimpin, menggalang dan menggerakkan dukungan pemangku kepentingan untuk menjalankan perubahan secara berkelanjutan pada tingkat instansi/nasional
a Membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong perubahan yang berdampak pada pencapaian sasaran prioritas nasional;
b
Menggalang dan menggerakkan dukungan para pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan perubahan yang telah ditetapkan
c Secara berkelanjutan, mencari caracara baru untuk memberi nilai tambah bagi perubahan yang tengah dijalankan agar memberi manfaat yang lebih besar bagi para pemangku kepentingan
8 Pengambilan Keputusan
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Menghasilkan solusi dan mengambil keputusan untuk mengatasi permasalahan jangka panjang/strategis, berdampak nasional
a Menghasilkan solusi yang dapat mengatasi permasalahan jangka panjang.
b
Menghasilkan solusi strategis yang berdampak pada tataran instansi/nasional.
c Membuat keputusan atau kebijakan yang berdampak nasional dengan memitigasi risiko yang mungkin timbul
Kompetensi Sosial Kultural
Unit Kompetensi
Deskripsi
1. Perekat Bangsa
Level
Deskripsi
Indikator Perilaku
5
Wakil pemerintah untuk membangun hubungan sosial psikologis
a Menjadi wakil pemerintah yang mampu membangun hubungan sosial psikologis dengan masyarakat sehingga menciptakan kelekatan yang
kuat antara ASN dan para pemangku kepentingan serta diantara para pemangku kepentingan itu sendiri
b Mampu mengkomunikasikan dampak risiko yang teridentifikasi dan merekomendasikan tindakan korektif berdasarkan pertimbangan perbedaan latar belakang, agama/kepercayaan, suku, jender, sosial ekonomi, preferensi politik untuk membangun hubungan jangka panjang
c Mampu membuat kebijakan yang mengakomodasi perbedaan latar belakang, agama/kepercayaan, suku, jender, sosial ekonomi, preferensi politik yang berdampak positif secara nasional
Kompetensi Teknis/Bidang
Jabatan
Unit Kompetensi
Uraian Unit Kompetensi
Elemen Kompetensi
JPT Madya Memberikan Arahan dalam Merumuskan Kebijakan
1
Unit kompetensi ini mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memberikan arahan dalam merumuskan kebijakan
2
Pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan termasuk menggunakan pemikiran yang sistemik, strategis, dan inovatif untuk membangkitkan/menumbuhkan dan memberikan arah kebijakan dan keputusan
3
Kebijakan yang dimaksud pada unit kompetensi ini antara lain dapat berupa peraturan, program, rencana, dan kegiatan
4
Kebijakan dirumuskan untuk mengatasi permasalahan, melakukan kegiatan atau untuk mencapai tujuan yang berkenaan dengan kepentingan dan manfaat orang banyak
No.
Elemen Kompetensi
Kriteria Unjuk Kerja
1       Menyusun rencana perumusan kebijakan       a Kebijakan yang akan dirumuskan diidentifikasi sesuai dengan issu/masalah/kecenderungan yang akan terjadi atau yang terjadi.
b Kebutuhan perumusan kebijakan dianalisis.
c Hasil analisis kebutuhan kebijakan dikomunikasikan dengan perumus kebijakan.
d Proses perumusan kebijakan direncanakan sesuai dengan ketentuan
2   Memimpin proses perumusan kebijakan   a Sumber daya yang diperlukan dalam perumusan kebijakan disiapkan
b Kemajuan perumusan kebijakan dimonitor dan disesuaikan untuk merespon kondisi yang terjadi.
3     Mengevaluasi proses perumusan kebijakan     a Kriteria evaluasi dalam proses perumusan kebijakan disusun dan dikomunikasikan dengan perumus kebijakan.
b Informasi terkait efektivitas proses perumusan kebijakan diidentifikasi dan dianalisis selama proses perumusan kebijakan.
c Ketepatan rumusan kebijakan divalidasi dan disimpulkan.
4   Menyiapkan pengembangan proses perumusan kebijakan   a Arahan perbaikan proses perumusan kebijakan disiapkan dan didesiminasi.
b Perumus kebijakan dibina dalam penggunaan pendekatan perumusan kebijakan yang baru.
  Memberikan Arahan dalam Menerapkan Kebijakan
1
Unit kompetensi ini mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memberikan arahan dalam menerapkan kebijakan.
2
Pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan termasuk mengelola dan memobilisasi komitmen dan integritas (bawahan) serta sumberdaya jejaring pemerintahan, lintas sektor, serta jejaring multi pihak untuk memaksimalkan pelayanan penerapan kebijakan.
3
Arahan dalam menerapkan kebijakan yang dimaksud pada unit kompetensi ini antara lain dapat mencakup arahan instrumentasi, penyediaan sumberdaya, kelembagaan, perangkat pengaman di dalam menerapkan peraturan, program, rencana, dan kegiatan
No.
Elemen Kompetensi
Kriteria Unjuk Kerja
1     Mentransformasi kebijakan     a Hasil yang ingin dicapai dari suatu kebijakan dinyatakan dengan jelas dan dikomunikasikan kepada staf dan pihak-pihak terkait.
b Kebijakan diinterpretasikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab unit kerjanya.
c Dampak kebijakan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dijelaskan dan dikomunikasikan kepada staf dan pihak-pihak terkait
2   Memimpin penerapan kebijakan     a Rencana kerja disiapkan dan dikomunikasikan kepada staf dan pihak-pihak terkait untuk menjamin kebijakan diterapkan secara benar.
b Pemantauan kinerja staf dan pihak-pihak terkait dilakukan.
c Staf dan pihak-pihak terkait diarahkan untuk melakukan penyesuaian dalam pelaksanaan kebijakan
3   Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan   a Informasi tentang proses dan hasil/dampak pelaksanaan kebijakan dikumpulkan dan dianalisis.
b Arahan perbaikan pelaksanaan kebijakan ataupun substansi kebijakan dikomunikasikan kepada perumus kebijakan dalam rangka perbaikan ataupun pengembangan kebijakan
  Memberikan Arahan dalam Melakukan Evaluasi Kebijakan
1
Unit kompetensi ini mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk memberikan arahan dalam melakukan evaluasi kebijakan.
2
Pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan termasuk mengambil tanggung gugat atas kebijakan, keputusan dan menentukan arah perbaikan ataupun pengembangan evaluasi kebijakan.
3
Evaluasi Kebijakan yang dimaksud pada unit kompetensi ini mencakup pendekatan/metoda perumusan kebijakan dan analisis kinerja sistem pada peraturan, program, rencana, dan kegiatan
No.
Elemen Kompetensi
Kriteria Unjuk Kerja
1     Merencanakan evaluasi kebijakan     a Kebijakan diidentifikasi berdasarkan isu/masalah yang terjadi.
b Hasil identifikasi dikomunikasikan dengan evaluator kebijakan.
c Proses evaluasi kebijakan direncanakan sesuai dengan ketentuan
2   Memimpin proses evaluasi kebijakan     a Kriteria evaluasi kebijakan disusun dan dikomunikasikan dengan evaluator kebijakan;
b Sumber daya yang diperlukan dalam evaluasi kebijakan disiapkan.
c Kemajuan evaluasi kebijakan dimonitor dan disesuaikan untuk merespon kondisi yang terjadi
3   Mengevaluasi proses evaluasi perumusan kebijakan a Informasi terkait efektivitas proses evaluasi kebijakan diidentifikasi dan dikumpulkan selama proses evaluasi kebijakan;
b Informasi terkait evaluasi kebijakan dianalisis dan diinterpretasikan
4   Menyiapkan pengembangan proses evaluasi kebijakan   a Arahan perbaikan terhadap proses evaluasi kebijakan disiapkan dan didesiminasi.
b Evaluator kebijakan dibina dalam penggunaan pendekatan/metode evaluasi yang baru
  Melakukan Kajian Strategis Unit kompetensi ini mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam melakukan kajian strategis
No.
Elemen Kompetensi
Kriteria Unjuk Kerja
1     Melakukan telaah isu/akar masalah       a Isu dan masalah terkait diidentifikasi.
b Hasil identifikasi isu dan masalah ditelaah.
c Informasi terkait isu dan masalah ditelusuri dan dikumpulkan.
d Hasil telaahan dirumuskan berdasarkan informasi dan masalah kebijakan yang relevan
2   Merumuskan rekomendasi hasil     a Hasil telaahan kebijakan dikomunikasikan dengan pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan.
b Rekomendasi hasil telaahan isu/masalah terkait disusun.
c Rekomendasi disampaikan kepada Menteri
Platform
Platform
Karakter
Analisis Karakter
Platform 1
Consistence Star
1. Mampu memotivasi diri sendiri
2. Mampu membantu dan berperilaku kooperatif
3. Pengambil keputusan yang fokus dan efektif
4. Mampu berkomunikasi/membina jaringan
5. Fokus pada "gambar besar"
Platform 2
Future Perforrmer
1. Antusias dan mau belajar hal-hal yang baru
2. Kurang mendayagunakan orang lain secara optimal
3. Fokus ke detil
4. Lebih memilih masalah/tantangan yang sudah biasa dihadapi
5. Pengambil keputusan yang intuitif
Platform 3
High Professional
1. Sangat percaya diri
2. Kompeten
3. Fokus pada taktik/operasional
4. Berorientasi pada proyek/tugas/pengelolaan perubahan
5. Mampu mengalokasikan sumber daya secara efektif
Platform 4
Solid Perforrmer
1. Fokus pada isu-isu di depan mata saja
2. Menyampaikan pesan yang kurang jelas ke orang lain
3. Mulai bekerja kalau merasa cocok
4. Membangun hubungan yang berorientasi pada orang/tim
5. Tidak percaya diri dalam menghadapi perubahan
Platform 5
Work Horse
1. Menunjukkan etika kerja yang tinggi
2. Kurang mampu/kurang mau mendelegasikan
3. Fokus pada tugas (mungkin dengan mengorbankan hubungan)
4. Bekerja dengan cara "kotak-kotak"
5. Sangat sedikit berkomunikasi
Platform 6
Continuity Player
1. Menampilkan cara berpikir "tradisional" dalam menghadapi masalah
2. Kurang inisiatif
3. Kurang mau berbagi pengetahuan
4. Bergaya menyuruh atau bahkan autokratis
5. Cenderung mengontrol sampai ke hal-hal kecil
Platform 7
Question Mark
1. Kurang pengalaman/kurang matang
2. Kurang kompeten di beberapa area kerja pekerjaan
3. Terlalu tertekan
4. Terlalu banyak tugas/pekerjaan
Platform 8
Inconsistence Performer
1. Menetapkan target yang rendah untuk diri sendiri dan tim
2. Bekerja lamban atau dengan laju yang stabil
3. Kurang siap "mengotori tangan"
4. Tidak mencapai sejumlah target/tenggat waktu
5. Kemungkinan bersikap seperti "primadona"
Platform 9
Deadwood
1. Kadang-kadang bersikap negatif
2. Buruk dalam menjalin hubungan
3. Mengalami konflik/melawan orang-orang tertentu
4. Kurang bersemangat/kurang harga diri
5. Terlalu toleran terhadap kondisi "sedang-sedang saja"